Monday, 2 February 2015

Kali Ini Tentang BPJS Kesehatan





Kali ini aku ingin mengajak pembaca, teman-teman setanah air tercinta, untuk mengenal salah satu keistimewaan yang ada di Indonesia yang harusnya sih bikin kita makin bangga dengan Indonesia merdeka.

Seperti yang aku katakan di depan, aku hanya akan mengajak teman-teman untuk mengenal, bukan memahami. Karena aku sendiri bukan yang ahli di bidang ini. Aku hanya akan menyampaikan yang aku ketahui.

Jadi yang ingin aku sampaikan kali ini adalah mengenai BPJS (baca=bepeje-es). Khususnya BPJS kesehatan loh.

Aku bukan ingin menyampaikan apa itu BPJS secara formal. Karena nanti bisa-bisa aku  dikira kopas brosur yang ada di kantornya. Lagi pula aku pribadi nggak gitu mudeng sama isi brosur BPJS. Jadi aku mau nerangin soal BPJS seperlunya aja dan yang pasti proses pembuatan dan penggunaannya.
Kepanjangan BPJS bisa di cari sendiri di google yaaaa =D intinya BPJS itu sebuah layanan yang mau menanggung biaya kesehatan para pesertanya. Bisa dibilang sistemnya kaya asuransi kesehatan. Soalnya, pesertanya disuruh bayar perbulan dengan nominal sesuai dengan kelas yang dipilih. Tapi jangan terlalu disamain sama asuransi ya, nanti dimarahin bu menteri kesehatan, hihihi

Penggunaannya nggak susah kok, tapi nggak mudah juga, jadi sedang sedang saja deh, hehee. Kalo kamu terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan, kamu wajib membayar setiap bulannya: kelas 1 Rp 59.500,-; kelas 2 45.500,-; dan kelas 3 Rp 25.500,-. Kalau kamu nggak bayar selama jangka waktu yang udah ditentukan (menurut status kamu), keanggotaan kamu hangus!

Nggak mahal kok segitu, dibandingkan dengan manfaat yang bisa kita dapat. Makanya sayang banget kalo disia-siain. Apalagi kalo kamu belum punya! Itu sangat disayangkan! Manfaatnya udah jelas kok, kalo hal yang nggak kita harapkan seperti sakit terjadi pada kita, kita tak perlu mengeluarkan biaya serupiahpun sesuai ketentuan BPJS dan layanan kesehatan kita. Nggak ada batasnya juga kok, baik itu cuma 10.000 maupun untuk perawatan sampai 100.juta tapi maksimal untuk rawat inap hanya 5 hari nih. Itu juga lumayan kok J

Dian, gimana kalau aku pengin ikutan?

Gampang banget! Kamu tinggal dateng ke kantor BPJS di kabupaten asal kamu (sesuai KTP). Kamu bawa fotokopi kartu keluarga, fotokopi KTP, dan pas foto berwarna masing-masing satu lembar. Untuk peraturan yang baru kabarnya satu keluarga wajib mendaftarkan paling sedikit 2 orang (sering berubah sewaktu-waktu). Apalagi kalo mau bikinin untuk yang belum berusia 21 tahun, ortunya mesti bikin juga. Nah, otomatis untuk fotokopi KTP dan pas foto yang dibawa juga menyesuaikan siapa yang mendaftar ya. Kalau fotokopi kartu keluarga sih pasti sama kan. Oh iya, yang penting juga nih, jangan lupa bawa uang untuk pembayaran pertama kali. Nominalnya sesuai dengan yang daftar. Kalo keluarga kamu mendaftarkan 2 orang, nggak harus kelasnya sama kok, boleh yang satu kelas satu, yang satunya lagi kelas tiga, kan tiap orang bebas memilih J

Biasanya begitu kamu datang, antriannya banyak, tapi nggak tau di daerah kalian J sambil menunggu antrian, temen-temen isi deh formulir yang disediakan oleh petugas. Kemudian kalau udah dipanggil, temen-temen kasih form yang udah diisi beserta berkas yang udah temen isi. Kalau udah diproses, nanti temen-temen dikasih kertas yang berisi nomer virtual account (VA) temen-temen dan/atau anggota keluarga temen-temen yang didaftarkan. Kertas itu jangan sampai hilang karena nomer VA ini adalah nomer yang digunakan untuk membayar tagihan tiap bulannya. Nah setelah diberi nomer VA, temen-temen diminta untuk membayar biaya pertama, baik lewat bank BNI, BRI, maupun Mandiri. Setelah membayar, temen-temen kembali ke kantor BPJS lagi untuk menyerahkan tanda pembayaran yang diberi oleh petugas bank, untuk mengambil kartu BPJS. So, selamat kamu telah resmi menjadi peserta BPJS J

Terus gimana cara pakenya?

Pada saat mendaftar, temen-temen sudah diminta menentukan faskes (fasilitas kesehatan) tingkat 1, yaitu petugas kesehatan yang pertama kali didatangi. Ini bisa puskesmas terdekat ataupun dokter keluarga. Dari faskes tingkat 1 inilah, apabila kamu membutuhkan fasilitas lebih, maka akan dibuatkan surat rujukan ke faskes lanjutan, yaitu rumah sakit atau poli kesehatan. Prosesnya juga nggak ribet kok. Cuma pelayanan tergantung rumah sakit masing-masing yaa. Karena kabarnya ada kesenjangan pelayanan di beberapa rumah sakit terkait bpjs ini.

Wah, harus buru-buru daftar nih!

Iya dong, kesehatan siapa yang tahu nanti. Tapi meskipun sudah menjadi peserta BPJS, temen-temen juga harus tetep jaga kesehatan yaa. Dan selalu rutin bayar :D :D
Udah dulu ya info dari Dian, semoga bermanfaat J
#keephealth


~Let’s write~

0 komentar:

Post a Comment