Kali ini aku ingin mengajak pembaca, teman-teman setanah air tercinta, untuk mengenal salah satu keistimewaan yang ada di Indonesia yang harusnya sih bikin kita makin bangga dengan Indonesia merdeka.
Seperti
yang aku katakan di depan, aku hanya akan mengajak teman-teman untuk mengenal,
bukan memahami. Karena aku sendiri bukan yang ahli di bidang ini. Aku hanya
akan menyampaikan yang aku ketahui.
Jadi
yang ingin aku sampaikan kali ini adalah mengenai BPJS (baca=bepeje-es).
Khususnya BPJS kesehatan loh.
Aku
bukan ingin menyampaikan apa itu BPJS secara formal. Karena nanti bisa-bisa
aku dikira kopas brosur yang ada di
kantornya. Lagi pula aku pribadi nggak gitu mudeng sama isi brosur BPJS. Jadi
aku mau nerangin soal BPJS seperlunya aja dan yang pasti proses pembuatan dan
penggunaannya.
Kepanjangan
BPJS bisa di cari sendiri di google yaaaa =D intinya BPJS itu sebuah layanan
yang mau menanggung biaya kesehatan para pesertanya. Bisa dibilang sistemnya
kaya asuransi kesehatan. Soalnya, pesertanya disuruh bayar perbulan dengan
nominal sesuai dengan kelas yang dipilih. Tapi jangan terlalu disamain sama
asuransi ya, nanti dimarahin bu menteri kesehatan, hihihi
Penggunaannya
nggak susah kok, tapi nggak mudah juga, jadi sedang sedang saja deh, hehee.
Kalo kamu terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan, kamu wajib membayar setiap
bulannya: kelas 1 Rp 59.500,-; kelas 2 45.500,-; dan kelas 3 Rp 25.500,-. Kalau
kamu nggak bayar selama jangka waktu yang udah ditentukan (menurut status
kamu), keanggotaan kamu hangus!
Nggak
mahal kok segitu, dibandingkan dengan manfaat yang bisa kita dapat. Makanya
sayang banget kalo disia-siain. Apalagi kalo kamu belum punya! Itu sangat
disayangkan! Manfaatnya udah jelas kok, kalo hal yang nggak kita harapkan
seperti sakit terjadi pada kita, kita tak perlu mengeluarkan biaya serupiahpun
sesuai ketentuan BPJS dan layanan kesehatan kita. Nggak ada batasnya juga kok,
baik itu cuma 10.000 maupun untuk perawatan sampai 100.juta tapi maksimal untuk
rawat inap hanya 5 hari nih. Itu juga lumayan kok J
Dian,
gimana kalau aku pengin ikutan?
Gampang
banget! Kamu tinggal dateng ke kantor BPJS di kabupaten asal kamu (sesuai KTP).
Kamu bawa fotokopi kartu keluarga, fotokopi KTP, dan pas foto berwarna masing-masing
satu lembar. Untuk peraturan yang baru kabarnya satu keluarga wajib
mendaftarkan paling sedikit 2 orang (sering berubah sewaktu-waktu). Apalagi
kalo mau bikinin untuk yang belum berusia 21 tahun, ortunya mesti bikin juga.
Nah, otomatis untuk fotokopi KTP dan pas foto yang dibawa juga menyesuaikan
siapa yang mendaftar ya. Kalau fotokopi kartu keluarga sih pasti sama kan. Oh
iya, yang penting juga nih, jangan lupa bawa uang untuk pembayaran pertama
kali. Nominalnya sesuai dengan yang daftar. Kalo keluarga kamu mendaftarkan 2
orang, nggak harus kelasnya sama kok, boleh yang satu kelas satu, yang satunya
lagi kelas tiga, kan tiap orang bebas memilih J
Biasanya
begitu kamu datang, antriannya banyak, tapi nggak tau di daerah kalian J
sambil menunggu antrian, temen-temen isi deh formulir yang disediakan oleh
petugas. Kemudian kalau udah dipanggil, temen-temen kasih form yang udah diisi
beserta berkas yang udah temen isi. Kalau udah diproses, nanti temen-temen
dikasih kertas yang berisi nomer virtual account (VA) temen-temen dan/atau
anggota keluarga temen-temen yang didaftarkan. Kertas itu jangan sampai hilang
karena nomer VA ini adalah nomer yang digunakan untuk membayar tagihan tiap
bulannya. Nah setelah diberi nomer VA, temen-temen diminta untuk membayar biaya
pertama, baik lewat bank BNI, BRI, maupun Mandiri. Setelah membayar,
temen-temen kembali ke kantor BPJS lagi untuk menyerahkan tanda pembayaran yang
diberi oleh petugas bank, untuk mengambil kartu BPJS. So, selamat kamu telah
resmi menjadi peserta BPJS J
Terus
gimana cara pakenya?
Pada
saat mendaftar, temen-temen sudah diminta menentukan faskes (fasilitas
kesehatan) tingkat 1, yaitu petugas kesehatan yang pertama kali didatangi. Ini
bisa puskesmas terdekat ataupun dokter keluarga. Dari faskes tingkat 1 inilah,
apabila kamu membutuhkan fasilitas lebih, maka akan dibuatkan surat rujukan ke
faskes lanjutan, yaitu rumah sakit atau poli kesehatan. Prosesnya juga nggak
ribet kok. Cuma pelayanan tergantung rumah sakit masing-masing yaa. Karena
kabarnya ada kesenjangan pelayanan di beberapa rumah sakit terkait bpjs ini.
Wah,
harus buru-buru daftar nih!
Iya
dong, kesehatan siapa yang tahu nanti. Tapi meskipun sudah menjadi peserta
BPJS, temen-temen juga harus tetep jaga kesehatan yaa. Dan selalu rutin bayar
:D :D
Udah
dulu ya info dari Dian, semoga bermanfaat J
#keephealth
~Let’s
write~
0 komentar:
Post a Comment