Hi guys! Akhir-akhir ini makin miris liat berita tentang kondisi sampah dimana-mana yang bikin bumi makin tidak layak huni. Lebih miris lagi ketika sampah-sampah yang nggak bisa cepat terurai kemudian mengendap di laut dan menyakiti hawan dan biota-biota laut.
Karena itu, penting banget sekarang untuk menerapkan gaya hidup zero waste. Zero waste merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir sampah, khususnya sampah plastik dan sampah-sampah dari bahan yang lama terurai.
Mindset zero waste memang harus diterapkan di pikiran kita, dan bisa kita mulai dari diri kita sendiri. Nggak usah malu atau ragu ketika lingkunganmu belum mendukung zero waste, justru kamu harus bangga menjadi pelopor di lingkunganmu dan mengajak mereka ke arah gaya hidup yang lebih baik.
Ini beberapa gaya hidup zero waste yang perlu dibiasakan untuk diri sendiri.
1. Selalu bawa kantung belanja, kotak makan, dan tumbler sendiri
Yap! Beberapa barang tersebut memang perlu kamu bawa kemana-mana, terutama untuk kantong belanja, karena terkadang kita nggak sengaja mampir ke minimarket atau swalayan saat sedang berada di luar. Say NO to kantong plastik, karena kamu sudah bawa kantong belanjamu sendiri.
Perlu juga membawa kotak makan dan tumbler kalau temen-temen mau beli makan di li luar ya, jadi meskipun take away tetap bisa menerapkan gaya hidup zero waste
2. Kurangi order makanan online
Tida bisa dipungkiri bahwa pembelian makanan melalui aplikasi online menyumbang cukup banyak sampah plastik. Which is nggak masalah order makanan lewat aplikasi online untuk kebutuhan yg urgen, mendadak, atau memang pada kondisi-kondisi yang tidak memungkinkan, sedang sakit misalnya. Tapi, kalau hal ini menjadi kebiasaan sampai setiap kali waktu makan malas untuk masak atau keluar sendiri ini tentu nggak bagus dong. Untungnya sudah ada beberapa resto dan penyedia makanan yang mendukung gerakan zero waste dengan menyediakan cultery pack ramah lingkungan. Kalau resto tempat kamu memesan makanan tidak menyediakan itu, kamu bisa tetap meminimalisir penggunaan plastik dengan meninggalkan pesan pada driver untuk tidak menggunakan sedotan plastik, atau pun kantung plastik secara berlebihan.
3. Makan di tempat
Kalau memesan makanan menggunakan aplikasi online berpotensi menambah sampah plastik, sama hal nya dengan take away atau beli makan di luar terus dibawa pulang deh. Apalagi kalo anak kos biasanya beli sayur pisah dibungkus plastik per-sayurnya, hihi. Tapi, kebayang kan kalau setiap hari ada beberapa orang dengan kebiasaan yang sama tersebut seperti apa jumlah sampah plastik yang akan menumpuk. Salah satu solusinya adalah dengan kampanye 'Makan di Tempat'. Jika kamu bisa mengubah kebiasaan take away makanan dengan makan di tempat, maka kamu telah menyumbang cinta untuk bumi kita.
4. Habiskan makanmu
Mungkin sebagian dari teman-teman ada yang masih berpikir bahwa sisa-sisa dari makanan kita terbuang menjadi sampah organik akan terurai dan menyatu dengan tanah. Meski kelihatannya sepele, sampah organik dari sisa makanan ini nggak bisa diremehkan guys. Pasalnya, pembusukan sampah organik dari sisa makanan justru menghasilkan gas metana yang kadarnya 23 kali lebih kuat dari gas CO2 dalam menyumbang pembentukan emisi gas rumah kaca. Nah, sekarang jadi tau kan kalau sisa makanan ternyata sebahaya itu dalam kaitannya dengan pemanasan global. Mulai sekarang, habiskan makanmu ya!
5. Membiasakan penggunaan barang-barang yang eco-fiendly
Selain meminimalisir sampah plastik yang sulit terurai, penggunaan barang-barang ramah lingkungan juga bisa menghemat pengeluaranmu loh. Sekarang sudah mulai banyak produsen barang-barang ramah lingkungan yang reuseable, seperti pembalut kain dan menstrual cup sebagai pengganti pembalut biasa, reuseable straw dari stainless, bambu, maupun kaca sebagai pengganti sedotan plastik, sabun dan sampo natural dari bahan alami, dan lain sebagainya.
6. Crafting
Selain menggunakan barang-barang ramah lingkungan atau eco-friendly, kamu juga bisa menyalurkan kreatifitas kamu dengan crafting berbagai barang estetik maupun barang-barang yang kamu butuhkan dengan mendaur ulang barang-barang bekas. Atau kamu juga bisa membuat kreasi bahan-bahan yang ramah lingkungan, seperti memanfaatkan kardus bekas misalnya.
7. Tunjukkan pada semua orang bahwa kamu pejuang Zero Waste
Kamu nggak perlu malu menjadi beda, nggak perlu ragu menjadi pelopor diantara teman-temanmu. Sekali-dua kali mungkin mereka masih seperti biasa. Tapi kalo kamu bisa mencontohkan ini setiap hari, siapa tahu suatu saat teman-temanmu juga akan membiasakan hal yang sama, dan kamu tidak akan menjadi pejuang zero waste sendirian lagi \o/
Nah, kalau kamu sudah menerapkan sikap yang nomer berapa aja nih? :)

0 komentar:
Post a Comment